Appreciative Inquiry (AI)

aiPengertian Appreciative Inquiry

“A collaborative search to identify and understand the organization’s strengths, it’s potentials and the greatest opportunities, in order to stimulate co-construction of the ideal future.” (Fry, 2005).

“Sebuah kajian kolaboratif untuk mengenali dan memahami kekuatan organisasi, mencakup potensi dan kesempatan terbesarnya, dengan maksud merangsang konstruksi-bersama masa depan yang ideal.”

Metafor Appreciative Inquiry

Organisasi adalah pusat dari hubungan yang saling terkait untuk mencapai kapasitas dan kekuatan yang tak terbatas.

Asumsi dasar (filosofis)

  • Manusia berada di dunia bersama manusia lain; dunia manusia adalah dunia bersama.
  • Manusia tak dapat hidup sendiri; selalu diperlukan orang lain untuk mencapai kualitas hidup yang baik.
  • Setiap orang dan situasi memiliki hal-hal yang baik.
  • Hal-hal yang baik akan muncul dan berkembang jika diapreasiasi dan tidak dicela.
  • Harapan dan impian adalah dasar dari pembentukan kenyataan.

Asumsi AI dalam konteks organisasi/kelompok

  • Dalam setiap masyarakat, organisasi atau kelompok ada hal yang bekerja atau bermanfaat.
  • Apa yang menjadi pusat perhatian kita akan menjadi kenyataan.
  • Kenyataan tercipta dalam setiap saat dan ada kenyataan yang majemuk (beragam).
  • Tindakan bertanya dari sebuah organisasi atau kelompok mempengaruhi kelompok dalam berbagai cara.
  • Orang memiliki kepercayaan dan kenyamanan lebih besar untuk menjalani masa depan (yang tak diketahui) ketika mereka membawa serta bagian dari masa lalu (yang diketahui).
  • Jika kita membawa bagian dari masa lalu, bagian itu haruslah hal yang terbaik dari masa lalu.
  • Memberi nilai positif bagi perbedaan merupakan hal yang baik.
  • Bahasa yang kita gunakan menciptakan realitas kita.

(Hammond, 1996).

Ciri khusus

  • Organisasi menghargai apa yang ada dengan menemukan kelebihan-kelebihannya.
  • Selalu membayangkan apa yang mungkin; membayangkan keadaan yang lebih baik.
  • Menentukan apa yang harus dilakukan untuk mencapai keadaan yang lebih baik.
  • Menciptakan keadaan yang lebih baik seperti yang dibayangkan.

Beda AI dari pendekatan problem solving

Pendekatan Problem Solving

  • Apa yang harus diperbaiki?
  • Bahasa lama: masalah, simptom, penyebab, solusi.
  • Memecah 1 hal menjadi kepingan & kekhususan; respons terpilah-pilah.
  • Butuh banyak waktu dan emosi positif untuk membuat perubahan nyata
  • Asumsi: organisasi sebagai masalah yang harus diselesaikan

Pendekatan Appreciative Inquiry

  • Apa yang akan ditumbuh-kembangkan?
  • Bahasa baru dari benar, baik, sukses, mungkin; akar penyebab kesuksesan
  • Fokus masalah pada yang ideal.
  • Meluaskan visi masa depan yang ideal, menyatukan energi untuk mencapai yang ideal.
  • Asumsi: organisasi sebagai sumber kapasitas tak terbatas.

Kepemimpinan AI

“Tugas kepemimpinan adalah menciptakan perpaduan kekuatan, menjadikan kelemahan tidak relevan.”

(Peter Drucker)

Langkah-langkah dalam AI

Definisi: Pilihan Topik afirmatif

Discovery

Apa yang terbaik dari yang ada

Dream

Kemungkinan yang terbaik di masa depan

Design

Apa yang harus dilakukan untuk mencapai yang terbaik

Destiny

Bagaimana mempertahankan yang terbaik

Penjelasan Langkah-langkah dalam AI

Memilih dan mendefinisikan topik afirmatif:

  • Topik-topik dinyatakan secara afirmatif/positif.
  • Organisasi ingin mengembangkan atau meningkatkan topik-topik ini.
  • Topik-topik ini menjadi rangsangan untuk membicarakan masa depan.

Discovery:

  • Menemukan dan memahami apa yang terbaik dari yang ada sekarang dalam organisasi: pencapaian tertinggi; sumber-daya terbaik; kinerja puncak, dsb.
  • Apa yang terbaik digali dan diceritakan oleh setiap partisipan.

Dream:

  • Mendiskusikan hal yang terbaik yang diperoleh dari tahap discovery.
  • Bersama-sama mengeksplorasi dan menemukan kemungkinan untuk mengembangkan dan meningkatkan hal yang terbaik itu (pekerjaan, hubungan dengan rekan, sumberdaya, dsb.).
  • Mimpi yang dibayangkan adalah mimpi yang didasari oleh kekuatan organisasi; bukan sembarang mimpi.

Design:

  • Menetapkan acuan yang harus dicapai.
  • Menentukan langkah-langkah pencapaian.
  • Menggunakan pernyataan-pernyataan provokatif yang meningkatkan semangat dan kepercayaan diri.

Destiny:

  • Menetapkan sejumlah tindakan dan komitmen yang akan mendorong tercapainya hal-hal yang ditetapkan dalam desain.
  • Menjaga agar pencapaian dipertahankan dan ditingkatkan.
  • Memandang kesuksesan dan masa depan ideal sebagai “history turn into nature” => destiny (‘takdir’ masa depan).

Contoh Pertanyaan yang diajukan pada setiap langkah Appreciative Inquiry di Perusahaan Anda

Alternatif Topik: Apa yang ingin dicapai oleh Perusahaan Anda (dari direksi hingga petugas lini depan)? Definisikan!

Discovery: Apa kesuksesan/kondisi terbaik/prestasi tertinggi yang dicapai Perusahaan Anda berkaitan dengan keinginan itu?

Dream: Seperti apa kesuksesan yang lebih baik (kesuksesan ideal) dari yang pernah dicapai?

Design: Bagaimana mencapainya?

Destiny: Bagaimana menjadikan kesuksesan ideal itu bagian tak terpisahkan dari Perusahaan Anda?

Ingin mengadakan workshop Appreciative Inquiry untuk menemukan dan mewujudkan hal terbaik yang ada di Perusahaan Anda?

Silakan hubungi konsultan kami yang berpengalaman memandu workshop ini di berbagai institusi, besar dan kecil, mulai dari sekolah sampai berbagai perusahaan bisnis yang ber-omset triliyunan rupiah atau membantu berbagai program reformasi di BUMN dan Multinational Company besar? Klik link ini: Konsultan Appreciative Inquiry

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • MisterWong
  • Y!GG
  • Webnews
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • blogmarks
  • Blogosphere News
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Squidoo
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • Socialogs
  • email

About the Author:

Post a Comment