Indosdm Top
Admax1

MANAJER: MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI

553 views
-- Sponsored Ads
 
Ads by Value Media

self_emotionAmarah, kekecewaan, keputusasaan, stres, dan kebencian berkepanjangan merupakan bentuk emosi berlebihan dari seseorang. Penyebabnya adalah karena ekspektasi terhadap sesuatu yang tidak mencapai kenyataan. Akibatnya emosi tersebut tidak pandang bulu meyerang siapapun termasuk manajer. Ketika semua itu terjadi, enerji positif yang dimiliki manajer seolah tak berdaya. Artinya enerji negatif sangat mendominasi perilakunya. Kalau sudah begitu bukan saja manajer yang merana tetapi juga mengganggu lingkungan kerjanya seperti karyawan dan atasannya. Termasuk klien kerjanya seperti konsumen, pelanggan, dan mitra bisnis.

Jenis emosi manajer tidaklah selalu sama derajadnya. Misalnya amarah yang meledak asalkan beralasan ternyata dapat memotivasi orang-orang sekitar untuk bekerja lebih giat lagi. Apalagi kalau kemarahan manajer terjadi karena faktor kelalaian karyawan dalam bekerja. Jadi kemarahan manajer sangat penting dalam suasana suatu keputusan yang segera dan penting dibuat. Sementara kalau kekecewaan, keputusasaan, stres, dan kebencian lebih banyak merugikan diri sang manajer dan bawahannya. Misalnya karena ketidakpastiaan dan ketidak-taatasasan suatu kebijakan yang dibuat atasan bisa menimbulkan jenis-jenis emosi tersebut. Kalau tidak bisa diatasi, bakal terjadi fenomena demotivasi. Baik itu terjadi pada diri manajer maupun bawahannya. Lalu bagaimana sebaiknya?

Untuk mengelola emosi dirinya, manajer sebaiknya melakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Melakukan pemahaman diri tentang untung ruginya suatu emosi. Ada dua kemungkinan yang muncul ketika emosi terjadi. Pertama, karyawan akan berespon untuk berempati kepada manajer. Dengan demikian manajer akan mencoba mengendalikan diri Yang kedua adalah lingkungan cenderung tidak merespon apalagi kalau emosi terjadi dalam waktu tidak pendek. Ditambah lagi manajer sendiri tidak menggubris masukan-masukan dari bawahannya.
  2. Melakukan evaluasi mengapa emosi itu terjadi dan apa akibat-akibat yang mengkin muncul. Yang jelas kalau dibiarkan, emosi dapat menghambat atau bahkan membelokkan manajer jauh dari arah yang tepat dan benar.
  3. Secara bertahap manajer perlu melakukan perbaikan dalam hal cara berpikir, mengendalikan perasaan, cara berinteraksi dengan orang lain dan memiliki kegigihan untuk mengembangkan kinerja terbaiknya.
  4. Manajer tidak segan-segan untuk berkomunikasi multiarah dalam rangka menenangkan diri dan jiwa. Dengan empati dan simpati yang diterima dari lingkungan kerjanya, manajer diharapkan dapat mengambil suatu keputusan terbaik walau dalam kondisi sesulit apapun. Tentunya tanpa kekhawatiran dan keraguan secara berlebihan.

Sebagai seorang pemimpin, manajer tidak mungkin mengkoordinasi dan mengarahkan para karyawannya dengan baik ketika ia sendiri dalam kondisi yang sedang labil emosinya. Dengan kata lain justru sang manajerlah yang perlu diarahkan untuk menjadi normal kembali. Karena itu idealnya, manajer harus mampu mengkalkulasi akibat-akibat yang terjadi dari kondisi emosi yang berlebihan. Dalam hal ini remedi untuk mengatasi emosi itu haruslah datang dari dirinya sendiri. Dan harus dilatih berulang-ulang. Ia harus mampu menahan kesabaran yang menumpuk yang dapat menguras enerjinya. Disinilah manajer dengan enerji dan pemikiran positif harus mampu membangun hasrat untuk mau berubah didukung dengan ketenangan jiwanya.

Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan menarik lainnya tentang leadership dan MSDM, dapat juga langsung diakses melalui: MANAJER : BAGAIMANA MENGELOLA EMOSI DIRINYA?

Kontributor:
Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,

Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di Rona Wajah

Popularity: 17% [?]

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • MisterWong
  • Y!GG
  • Webnews
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • blogmarks
  • Blogosphere News
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Squidoo
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • Socialogs
  • email

Related posts:

  1. MANAJER: MEMPERKECIL PARADOKSIAL POTENSI DIRI KARYAWAN Sebagai manajer, anda jangan cepat puas kalau tingkat pengetahuan karyawan...
  2. KEMATANGAN EMOSI DAN PENGEMBANGAN KARIR Perusahaan yang menerapkan manajemen sumberdaya manusia strategik (MSDM) dicirikan oleh...
  3. MANAJER: PENTINGNYA KEDEKATAN DENGAN BAWAHAN Ketika ada perasaan yang kurang nyaman di kalangan karyawan, berarti...
  4. MANAJER: PENTINGNYA MENDENGARKAN BAWAHAN Mengapa instruksi dari seorang manajer/pemimpin unit kerja belum tentu dipahami...
  5. MANAJER: MEMBANGUN PERSAINGAN ATAU KEBERSAMAAN? Timbulnya rasa persaingan di antara manajer merupakan fenomena psikologis akibat...
  6. MANAJER: KEPEMIMPINAN TIM KERJA YANG KUAT Dalam prakteknya, menurut Tom Rath dan Barry Conchie (2008, Stengths...
  7. MANAJER: PENTINGNYA PENGKONDISIAN EKSPEKTASI OPTIMIS Pengkondisian ekspektasi merupakan pendekatan psikologis di lingkungan kerja. Karyawan dikondisikan...
  8. MANAJER: DAPATKAN KEKUATAN KEPEMIMPINAN ANDA Studi yang dilakukan (Strengths based Leadership, 2008) menunjukkan bahwa kepemimpinan...
  9. MANAJER DAN KARYAWAN BERBAGI PUJIAN Pujian adalah bentuk penghargaan yang diberikan secara tulus oleh seseorang...
  10. Pengembangan diri menjadi profesional yang diburu di pasar kerja Menjadi tenaga profesional yang dicari-cari oleh Executive Search / Head...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

DISC Bahasa Indonesia










More from this category











More from this author

rss Subscribe to this author

Tagged as: ,


Readers who viewed this page, also viewed:

TopOfBlogs