MENGAPA MEMOTIVASI DIRI SENDIRI TIDAK BERHASIL BAGI SEMUA ORANG

motivation_failedBanyak buku, situs internet dan pembicara seminar memberikan bermacam saran, rumus dan tehnik yang dapat anda gunakan untuk mengubah hidup anda, meraih hasil yang lebih banyak dan lebih sukses. Sayangnya, kebanyakan dari mereka gagal mempertahankan hasil tersebut dalam jangka panjang.

Lebih dari dua puluh tahun saya terlibat dalam program memotivasi diri sendiri (self-help), baik sebagai peserta, pelatih dan perencana. Saya menemukan ada dua mitos yang menjelaskan mengapa banyak pendekatan yang digunakan untuk “self-help” gagal mempertahankan hasilnya dalam jangka panjang.

MITOS 1

“Anda memiliki kekuatan yang tak terhingga. Anda bisa menciptakan apa saja yang anda inginkan”

Sebagian besar sistem “self-help” mengkomunikasikan pesan yang serupa, yaitu “Anda memiliki kekuatan yang tak terbatas dan bisa menciptakan apa saja yang anda inginkan bila anda menggunakan tehnik x.” Kemudian anda ditawari untuk menggunakan tehnik seperti, goal setting, visualisasi, affirmasi, NLP, meditasi, doa, dan lain sebagainya.

Bila anda melihat secara dekat, teori-teori tersebut tidak dapat begitu saja didukung oleh pengalaman hidup sehari-hari, tak peduli seberapa baik hal itu kedengarannya, seberapa banyak orang mengatakannya, atau seberapa dalam anda ingin meyakininya.

Pertama, jika anda benar-benar berusaha mewujudkan secara nyata semua realitas, pikiran, keyakinan dan harapan-harapan anda (bahkan meski hanya satu hal saja yang anda inginkan), anda akan menderita dan hidup anda akan kacau balau, terutama saat anda menyadari betapa sedikit hal yang anda ketahui tentang diri anda sendiri dan orang-orang di sekitar anda, betapa cepat dunia berubah, dan betapa sering kita mengubah pandangan kita tentang banyak hal.

Kedua, bila anda melihat lebih dekat dan mencoba untuk mengikuti serta mengukur secara saintifik (sebagaimana yang pernah saya lakukan), akan tampak jelas bahwa sebagian besar orang yang sukses ternyata sedikit sekali mampu meraih tujuan yang telah mereka canangkan dan menerima sedikit sekali hal-hal yang mereka harapkan dari tehnik-tehnik “self-help” tadi.

Pertanyaannya adalah bila ternyata tehnik-tehnik self-help terbukti gagal, maka mengapa hal itu terjadi?

Dari pengalaman saya temukan bahwa kita biasanya tidak mengetahui secara sadar apa yang membuat kita bahagia. Kita hanya berpikir apa yang kita lakukan. Karena itu, apa yang anda pikir anda inginkan (dari perpektif kesadaran anda yang terbatas) dan apa yang benar-benar anda inginkan seringkali merupakan dua dunia yang terpisah.

Anda datang ke dalam hidup ini untuk mengalami sesuatu yang spesial, untuk memenuhi tujuan hidup yang unik. Dalam diri anda ada sesuatu yang saya anggap sebagai “sutradara” film kehidupan anda, yang telah diberi tugas untuk mengarahkan kehidupan sehari-hari anda agar anda bisa menjalani skenario yang telah ditetapkan serta memastikan bahwa anda akan memenuhi tujuan hidup anda.

Sangat penting untuk dipahami bahwa “sutradara” yang ada dalam diri anda itulah yang menjalankan pertunjukan, bukan kesadaran pikiran anda. Kunci keberhasilan dalam hidup ini adalah menemukan apa tujuan hidup anda, membangun hubungan baik dengan sang “Sutradara” tersebut, serta belajar bagaimana anda bisa menjadi apa yang benar-benar anda inginkan dalam setiap keadaan.

MITOS 2

“Satu pendekatan cocok bagi semua orang”

Sebagian besar pendekatan “self-help” menawarkan sebuah strategi yang dianggap cocok dan berhasil bagi semua orang. Pengalaman saya selama lebih dari dua puluh tahun mengatakan bahwa tidak ada sebuah tehnik “self-help” yang cocok bagi semua orang.

Perbedaan di antara kita teramat besar. Kita datang ke dunia ini membawa tujuan hidup yang berbeda-beda. Agar kita dapat meraih apa yang benar-benar kita inginkan dalam hidup ini, kita harus belajar untuk mengembangkan dan menerapkan berbagai pendekatan, tehnik dan strategi yang dirancang bagi keunikan diri kita.

Kita perlu mempertimbangkan bahwa cara-cara yang ditawarkan oleh mereka yang berhasil dalam meraih sukses mereka hanyalah sebagai sebuah kemungkinan saja untuk menggapai sukses, tak peduli betapa pintar dan suksesnya orang tersebut, betapa baik bukti-bukti yang telah ditunjukkan pada anda, betapa anda percaya atau hormat padanya, atau betapa logis hal tersebut terlihat. Jadikan setiap pendekatan “self-help”, tehnik dan strategi untuk menemukan cara anda sendiri. Lalu, bentuklah, asahlah dan gubahlah. Lakukan eksperiment dengan pikiran terbuka, gunakan apa yang sesuai dengan anda, lalu sisihkan yang lain. Mengapa? Karena jalan yang membawa anda menuju keberhasilan anda adalah unik bagi diri anda sendiri.

Lalu apa yang dapat anda lakukan ketika “self-help” gagal memberikan hasil yang anda inginkan?

  1. Berhentilah sejenak. Tenangkan diri anda. Ketahuilah bahwa anda tidak melakukan sesuatu yang salah.
  2. Ingatlah bahwa bukan kesdaran pikiran anda yang sedang menjalankan pertunjukan hidup anda. apa yang anda pikir anda inginkan dan apa yang sesungguhnya benar-benar anda inginkan adalah dua dunia yang berbeda.
  3. Daripada memaksakan diri mengikuti jalan orang lain, lebih baik anda menemukan jalan anda sendiri. Pahamilah bahwa anda datang kemari untuk membuka jalan anda yang unik menuju keberhasilan diri.
  4. Sadarilah bahwa setiap pendekatan “self-help” hanyalah sebuah jalan mungkin menuju sukses anda. Lakukan percobaan dengan pikiran terbuka, gunakan metode yang cocok bagi anda dan lupakan yang lain.
  5. Anda boleh terus menginginkan apa yang anda pikir anda inginkan, tetapi mengalirlah bersama apa yang anda rasa paling kuat memotivasi diri anda untuk bertindak.
  6. Percayalah bahwa “Sutradara” hidup anda sedang menjaga anda dari balik layar kehidupan anda. Anda akan mendapatkan apa yang anda inginkan atau mungkin lebih baik yang lebih sesuai dengan “diri sejati anda” dan keunikan tujuan hidup anda.

(Sumber: Robert Scheinfeld. Pioner dalam psychospirituality yang menggabungkan psychology dengan spirituality. http://www.lifechangetips.com)

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • MisterWong
  • Y!GG
  • Webnews
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • blogmarks
  • Blogosphere News
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Squidoo
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • Socialogs
  • email

About the Author:

4 Comments on "MENGAPA MEMOTIVASI DIRI SENDIRI TIDAK BERHASIL BAGI SEMUA ORANG"

Trackback | Comments RSS Feed

  1. Saya akan coba dgn cara2 itu. Tp bidang saya dlm MILITER. Dan saya pun hrz merubah pola pkr saya mnjdi org pintar dan lbh baik dri pd yg sblmnya.

  2. Yadin says:

    Saya teringat dengan sebuah komentar dari Zig Ziglar, ketika seorang bertanya; “kata orang self-help/motivasi tidak berlangsung lama”…
    dia pun menjawab…” iyah, begitu juga mandi, karena itu anda memerlukannya setiap hari”
    menurut saya…lingkungan, media dan byk hal negatif yang kita temui setiap hari itu seperti kotoran untuk pikiran dan semangat
    maka kita perlu “Mandi” setiap hari
    Sebagian artikel ini saya setuju dan sebagian lagi tidak.
    Self Help bukan satu2nya cara…tp sangat membantu..
    orang2 sukses mmg tidak pernah belajar dari kursus…
    kehidupan yang memberi mereka kursus…yg kadang kala harus dibayar mahal..
    keunikan mereka yang membuat mereka menjadi sukses…
    saya setuju setiap orang punya cara yang berbeda..
    temukan cara dan jalan Anda…dan berbahagialah dalam menjalaninya..
    terakhir saya teringat cerita dari buku Ibu Marwah Ibrahim..
    tentang seseorang yang menuliskan 44 tujuan hidupnya..
    dan kemudian berhasil mewujudkan sebagian besarnya…
    dan muncul dalam tulisan di majalah Life “No Regret Life”

  3. Melanie says:

    Thanks for your posting on the traveling industry. I would also like to add that if you are a senior taking into account traveling, it really is absolutely essential that you buy travel insurance for older persons. When traveling, retirees are at greatest risk of getting a healthcare emergency. Getting the right insurance policy package in your age group can safeguard your health and give you peace of mind.

  4. Zoe says:

    How come you dont have your web site viewable in mobile format? cant view anything in my phone.

Post a Comment