PENGETAHUAN DASAR IMPLEMENTASI 5S: S3 – KEBERSIHAN (SEISO)

S3 – Kebersihan (Seiso)

  1. Secara langsung kebersihan berarti “menyapu dan membersihkan dalam usaha merapikan tempat kerja”.
  2. Area kerja tanpa sampah atau kotoran dapat menciptakan kondisi kerja yang lebih nyaman.
  3. Menyeka dan mengelap adalah cara yang paling umum untuk memeriksa adanya kelalaian bekerja. Mesin dalam kondisi kotor dapat menimbulkan masalah lebih lanjut.

SEISO berarti menjaga tempat kerja dalam kondisi bersih dan rapi sepenuhnya tanpa sisa kotoran dan sampah yang berserakan.

Membersihkan lantai (menyapu, menghilangkan dan membersihkan kotoran).

  • Mengelilingi area kerja dengan perasaan nyaman.
  • Kebersihan lantai merupakan langkah pertama dalam membentuk hubungan yang baik dengan tempat kerja. Kondisi ini juga mempunyai efek yang besar sehingga setiap orang mau berada dan siap bekerja di sana.
  • Kondisi yang bersih dapat mempengaruhi manusia  secara psikologis dengan membuat diri mereka merasa nyaman dan tidak merasa stress.
  • Menyadari pentingnya aspek kerapian, membersihkan lantai merupakan prioritas berikutnya sesudah membuang semua barang yang tidak berguna atau yang tidak diinginkan.

Langkah-langkah penting:

Pertama, mulailah membersihkan dengan menggunakan sapu.

  • Setidaknya sapulah area kerja sampai tuntas dan membuang segala sesuatu  yang tidak berguna
  • Sambil memegang sapu, si atasan bisa menyapu ruang kerjanya sendiri untuk memberikan contoh kepada bawahan.

Tetapkan batasan untuk membagi area.

  • Garis pemisah untuk tempat berjalan.
  • Tetapkan symbol di lantai misalnya tidak ada penghalang di area tersebut dan sebagainya.
  • Gambar di lantai menunjukkan lokasi yang biasanya terdapat benda berukuran kecil misalnya tempat sampah, alat pemadam kebakaran dan sebagainya.

Hilangkan penyebab timbulnya kotoran yang mengotori area tersebut.

  • Kebocoran oli mesin
    • Telusuri kebocoran tersebut dan perbaiki.
  • Kebocoran air dari tangki air atau saluran pipa
  • Buatlah catatan peristiwa dan perbaiki kerusakan tersebut berturut-turut mulai dari sumbernya.Debu dan partikel yang menyebar.
      • Gunakan tutup, perbaiki tutup atau pindahkan tutup ke tempat yang sesuai.
      • Periksa produk dan sistem transportasi material (apakah bocor, tumpah atau pengisian yang berlebihan).
      • Perbaiki atau pasang sistem ventilasi debu.
  • Sapu dan bersihkan area kecil yang sering terabaikan.
    • Bersihkan bekas oli di lantai dengan cairan pembersih.
    • Lakukan pengecetan atau gosok dengan lilin untuk mencegah debu menebal.
    • Di area di mana ketepatan dan presisi alat kerja dibutuhkan misalnya laboratorium harus diambil tindakan pencegahan yang sangat ekstrim terhadap kotoran seperti debu dan sisa pembuangan. Oleh karena itu disarankan Anda menggunakan tangan langsung untuk meraba debu yang melekat di atas lantai.

Lakukan pembersihan dengan seksama dan bangunlah lingkungan yang lebih baik di area-area berikut:

  • Di sekitar lantai, partisi dinding, dinding dan sudut.
  • Di bagian atas, di dalam dan di bawah mesin.
  • Di atas atap, sudut dan sisi lain sepanjang pipa.
  • Tabung bola lampu dan sudut-sudutnya.
  • Di bagian atas dan bawah meja termasuk sekeliling rak.
  • Di atas bagian luar dan dalam sisi container atau kotak, rak penyimpanan.

Pada umumnya penyelesaian masalah-masalah yang terdeteksi dan terjadi secara langsung akibat penumpukan debu dan sampah akan menghasilkan kemajuan jika secara praktis telah diambil tindakan sesuai dengan petunjuk yang disebutkan di atas.

Pemeriksaan mesin melalui pembersihan

Membersihkan (menyeka dengan tangan) merupakan cara yang sederhana untuk memeriksa.

Walau pun tidak begitu menguasai mesin secara professional, jika Anda mengelap dengan tangan, Anda dapat merasakan adanya “sesuatu yang tidak beres” pada mesin tersebut. Hal ini membuat kita dapat mendeteksi kerusakan apa pun yang umum diabaikan oleh kebanyakan orang. Inilah yang dinamakan dengan “Pemeriksaan mesin melalui pembersihan”.

Mesin yang dibiarkan kotor menyulitkan perawatan

  • Mesin Kotor adalah konsekuensi dari kelalaian
  • Mesin yang dibiarkan kotor umumnya selalu terlewat dan tidak diperiksa secara teliti
  • Jika pemeriksaan tuntas tidak dilaksanakan, kerusakan yang tidak, kerusakan yang tidak diprediksi sebelumnya akan terjadi dan cenderung menimbulkan lebih banyak masalah
  • Karena itu mesin yang kurang dibersihkan biasanya menyebabkan masalah terulang kembali

Prosedur pemeriksaan dengan cara membersihkan.

Faktor-faktor utama.

  • Pre-Assessment.
  • Lakukan pemeriksaan dengan cara sambil membersihkan.
  • Keterlibatan penasehat teknis
  • Selain pemeriksaan dengan cara membersihkan, cobalah temukan noda-noda kecil yang terlihat

Pre-Assessment melalui pertemuan peserta.

  1. Kumpulkan informasi yang terkait dengan jenis masalah dan frekuensi timbulnya masalah.
  2. Tetapkan dugaan atas masalah-masalah besar yang terjadi dengan alasan dan hasil yang menyertainya.
  3. Pilih faktor yang paling memungkinkan untuk menjadi alasan timbulnya masalah.

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • MisterWong
  • Y!GG
  • Webnews
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • blogmarks
  • Blogosphere News
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Squidoo
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • Socialogs
  • email
Posted in: Re-Engineering

About the Author:

Post a Comment

Switch to our mobile site