By November 26, 2008 0 Comments Read More →

PROGRAM KOMUNIKASI DAN KOMUNIKASI PROGRAM

Program KomunikasiProgram komunikasi, bentuk dan jenisnya sangat beragam. Ada yang berbentuk program siaran atau informasi yang menyangkut dimensi hiburan, pendidikan, keagamaan, politik, hukum, pembangunan dsb. Dalam artikel ini diambil contoh bagaimana suatu  program siaran pembangunan perdesaan dirancang dan dilaksanakan. Dengan kata lain bagaimana program syiar pembangunan tersebut dikelola seoptimum mungkin. Untuk itu maka program komunikasi itu perlu direncanakan secara matang, diorganisasikan, diarahkan, dikendalikan, dan kemudian dievaluasi.

Lingkup kegiatan perencanaan meliputi; menganalisis apa yang menjadi  masalah dan kebutuhan khalayak yang berkait dengan pembangunan perdesaan dan juga masalah pelaksanaan  komunikasi di lapangan. Analisis masalah ini penting karena instansi penyiaran pembangunan perdesaan dapat membatasi lingkup dan materi informasi atau pesan yang akan disyiarkan, merumuskan tujuan penyiaran, anggaran, dan menetapkan metode dan media penyiarannya. Selain itu sudah bisa ditentukan siapa khlayak sasarannya, siapa yang mensyiarkan, dan kapan serta dimana disyiarkan.

Setelah perencanaan maka program perlu diorganisasi oleh instansi yang bertanggung jawab melaksanakan penyiaran pembangunan perdesaan. Perlu ditetapkan apa dan bagaimana bentuk organisasinya apakah ada spesifikasi tim penyiaran atau hanya gugus tugas yang sifatnya sementara. Dalam tahap ini sebaiknya dirumuskan uraian pekerjaan dan uraian peran  setiap anggota tim. Kemudian ditentukan bagaimana pendistribusian hak, kewajiban, wewenang, dan peran masing-masing individu pengelola secara sistemik.

Dalam prakteknya, agar program penyiaran berjalan efektif maka harus diarahkan oleh ketua atau manajer tim. Manajer harus mengarahkan pelaksana untuk bekerja sesuai rencana dan jadwal program, tugas dan wewenang masing-masing. Untuk itu arahan haruslah jelas dan realistis. Dalam fase ini arahan dimaksudkan pula agar tim penyiaran bekerja dengan kompak penuh suasana kebersamaan. Untuk itu manajer harus secara rutin melakukan pemantauan dan penyeliaan untuk memerkecil deviasi pelaksanaan program. Jangan lupa, unsur pemotivasian dari manajer terhadap subordinasinya pada tahap ini sangat penting dilaksanakan untuk mengembangkan semangat kerja tim.

Hasil pelaksanaan harus dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana  program sudah mencapai tujuannya. Selain itu dianalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program. Termasuk perlu diketahui faktor-faktor kendala pelaksanaan program. Hasil evaluasi dipakai sebagai umpan balik untuk memerbaiki perencanaan program; apakah program tetap dilanjutkan tanpa perbaikan, perlu diperbaiki, dan atau dihentikan untuk digantikan dengan program yang baru.

Sementara itu ada program komunikasi dan ada juga yang disebut komunikasi program. Untuk maksud apa? Ya ini sebenarnya merupakan tindak lanjut dari program komunikasi. Dengan kata lain bagaimana setiap program penyiaran pembangunan perdesaan, apakah itu rencananya, pelaksanaannya, dan hasilnya, perlu disebarluaskan atau dikomunikasikan ke berbagai pihak khususnya pihak media. Disini komunikasi program dijabarkan dalam bentuk penyusunan, pendokumentasian, pempublikasian, penyerahan dan pendistribusian laporan program komunikasi. Bergantung kepentingan dan khalayak sasarannya, dimensi waktu pelaporan kemajuan program penyiaran pembangunan perdesaan bisa bulanan,  kuartalan, semesteran, dan juga tahunan.

Media yang digunakan dalam diseminasi atau komunikasi program ini bisa berupa situs internet, radio, televisi, brosur, majalah, dan surat kabar. Dengan aktifitas komunikasi program ini maka pihak-pihak terkait seperti pemeritah pusat, pemerintah daerah, dinas terkait, dan organisasi kemasyarakatan dapat mengetahui perkembangan program penyiaran pembangunan perdesaan berikut masalah-masalahnya. Dari isi pelaporan  maka pihak-pihak tersebut dapat menggunakannya untuk menyusun program spesifik pembangunan perdesaan sesuai dengan bidang dan  kompetensinya. Misalnya pembangunan infrastruktur, pengembangan sumberdaya manusia, kelembagaan sosial ekonomi perdesaan, pengembangan sektor-sektor produksi, dsb.

Dengan demikian antara aktifitas program komunikasi dan komunikasi program terdapat saling berkaitan dan bersifat sinergis. Setiap program komunikasi yang dikemas dan dilaksanakan berikut hasilnya harus diseminasikan atau dikomunikasikan kepada khalayak luas. Maksudnya adalah agar setiap subsistem penyiaran pembangunan perdesaan (di dalam dan luar tim) terlibat aktif dan saling mendukung sejak awal. Disinilah peran manajer penyiaran menjadi sangat strategis untuk melakukan pendekatan dengan berbagai pihak secara berkelanjutan.

Artikel ini dan tulisan lain tentang tentang Pengembangan SDM dapat juga dilihat di:  PROGRAM KOMUNIKASI DAN KOMUNIKASI PROGRAM

Kontributor:
Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,

Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di Rona Wajah

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • MisterWong
  • Y!GG
  • Webnews
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • blogmarks
  • Blogosphere News
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Squidoo
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • Socialogs
  • email

About the Author:

Post a Comment