TEAM BUILDING TRAINING – Handout Persepsi dan Keragaman dalam kerjasama

Dalam hidup sehari-hari sadar ataupun tidak, kita selalu melakukan pemaknaan atau penilaian terhadap orang, peristiwa atau barang. Saat berhadapan dengan sesuatu atau seseorang, bagian pertama dari diri yang tersentuh adalah pikiran. Di dalam pikiran ini terbentuk kesan tertentu tentang orang atau sesuatu yang dihadapi. Disamping pikiran, bagian diri yang sering tersentuh pada saat mempersepsi sesuatu atau seseorang adalah perasaan. Pikiran atau perasaan sama-sama menentukan bagaimana akan bersikap terhadap sesuatu atau seseorang tersebut. Pandangan orang terhadap hal yang sama dapat berbeda-beda, bahkan dapat  bertolak belakang. Semua kesan atau persepsi benar, tergantung dari sudut mana kita memandangnya (tidak ada kebenaran yang mutlak).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN PANDANGAN

  • Keadaan pada saat mempersepsi, contoh : perasaan, keinginan, kebutuhan, kepentingan diri, kepentingan departemen.
  • Pengalaman sebelumnya.

Orang mudah sekali mengartikan persepsinya sebagai satu-satunya kebenaran, apalagi jika pandangan atau persepsinya dilandasi oleh pengalaman. Kebenaran mutlak hanya dari Tuhan. Oleh sebab itu perbedaan pandangan perlu dipahami latar belakangnya supaya tidak menimbulkan pertentangan,

  • Situasi dan kondisi lingkungan.
  • Kejelasan tentang sesuatu yang dipersepsi. Kejelasan ini dapat diperoleh dengan mencari informasi tambahan tentang hal yang dipersepsi tersebut.
  • Kedudukan atau jabatan.

    Pandangan atasan tentang sesuatu belum tentu sama dengan pandangan bawahan. Orang yang mempunyai kekuasaan sangat mudah memutlakkkan pandangannya sebagai satu-satunya kebenaran.

    PERAN PERSEPSI DALAM BEKERJA SAMA :

  • Dalam hubungan pribadi, sejauh yang bersangkutan tahan, bisa terus menganut prinsip toleransi.
  • Dalam hubungan kerja, ada aturan main yang harus dijadikan pegangan untuk memilih persepsi mana yang akan digunakan dalam mengambil keputusan, supaya dapat mencapai target dan tujuan bersama (perusahaan). Karenanya, diperlukan kepekaan untuk membedakan dalam situasi apa perbedaan HARUS DIBIARKAN dan DITOLERIR, dalam situasi apa perbedaan harus DIUBAH.
  • Pola orang Indonesia dalam menghadapi perbedaan pendapat adalah MENGHINDAR, Karena khawatir akan meninggung perasaan orang lain.
  • Bila tidak dibicarakan, perbedaan persepsi atau pandangan ini dapat menimbulkan salah paham. 90 % urusan atau masalah muncul karena salah paham (salah persepsi). Banyak pertentangan dilatarbelakangi oleh salah paham atau perbedaan yang tidak dimengerti.
  • Salah paham dapat diatasi dengan komunikasi. Tanpa keterbukaan dan kesedian untuk melihat sudut pandang yang berbeda, kita tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain. Perdebatan dalam bidang kerja adalah hal yang biasa. Yang jadi soal adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.

TAHAP-TAHAP DALAM MENGHADAPI PERBEDAAN PENDAPAT :

  • Sadari adanya perbedaan pandangan.
  • Akui adanya perbedaan tersebut dan bersedia menerima kenyataan bahwa pandangan manusia berbeda-beda. Tidak mengingkari atau menutupi perbedaan apalagi menganggap perbedaan itu tidak ada. Pahami sebab-sebab, latarbelakang yang menimbulkan perbedaan tersebut.
  • Usahakan pendekatan, cari titik persamaan yang tersirat di dalam perbedaan, atau dalam batas-batas tertentu yang dimungkinkan, usahakan untuk merubah pandangan masing- masing pihak, dengan cara  MEYAKINKAN pihak yang dihadapi, BUKAN DENGAN CARA MEMAKSAKAN.
  • Sepakati persamaan, buat keputusan, setujui hal-hal yang sudah dicapai titik temunya, terima secara konsekuen keputusan yang sudah disepakati.
  • Tenggang rasa, terima dan hargai perbedaan masing-masing untuk hal-hal yang tidak dimungkinkan mencepai titik temu (misalnya kepercayaan kepada Sang Pencipta ), sesudah diusahakan sekuat tenaga.
  • Bila setelah usaha tersebut diatas, perbedaan pendapat tidak berhasil diatasi, yang perlu diubah adalah pandangan tentang kenyataan tersebut.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN OLEH SEORANG PEMIMPIN  :

  • Supaya bisa membimbing dengan tepat, sisi negatif dan sisi positif bawahan harus sama-sama diolah.
  • Dalam memandang segala hal, usahakan supaya persepsinya dapat lebih objektif.
  • Makin sempit pandangan seseorang makin kaku ia dalam mempertahankan pendapatnya. Kewajiban atasan adalah memperluas pandangannya.
Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • MisterWong
  • Y!GG
  • Webnews
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • blogmarks
  • Blogosphere News
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Squidoo
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • Socialogs
  • email
Posted in: T&D

About the Author:

Post a Comment