By December 1, 2008 0 Comments Read More →

WIN-WIN : SUDAH KUNO?

Krisis finansial gobal sedang menerpa dunia bisnis kita. Ancaman terjadinya penurunan kapasitas produksi di beberapa perusahaan tekstil atau garmen, kayu, minyak kelapa sawit, manufaktur tidak mudah dihindari. Buntutnya adalah sebagian karyawan  terkena PHK dan ada yang dirumahkan.  Bisa jadi ada beberapa perusahaan yang mungkin  akan pailit. Karena itu ada  anjuran dilakukannya merger antarperusahaan tertentu agar perusahaan masih bisa bernafas. Kalau sudah begitu semua pihak berharap akan datang suatu mujijat kembalinya kondisi ekonomi pulih kembali. Namun apakah seperti secepat membalikkan tangan? Secepat itukah para pengusaha dan karyawan bisa merubah harapan menjadi realita? Karena itulah dalam konteks memperkecil terjadinya konflik antara pengusaha dan karyawan akibat PHK dan antarpengusaha yang akan bergabung sering ditempuh perjanjian berbasis  win-win.

Terminologi win-win begitu kerap diungkapkan dan cukup bervariasi belakangan ini. Ada win-win solution, win-win result, dan win-win outcome. Sampai-sampai ada yang menyebutkan bahwa kalau bicara “win-win” berarti bicara sesuatu yang klise atau kuno. Sesuatu yang “non-sense” dan tak ada ruang dalam dunia yang begitu kerasnya bagi pemenang dan pecundang. Benarkah demikian? Itu adalah pandangan yang pesimistik. Ketika suatu perusahaan menghadapi konflik dengan karyawan atau dengan perusahaan lain maka tentunya perlu negosiasi. Sasarannya mencari jalan keluar terbaik yang memuaskan ke dua pihak. Seberat apapun proses yang terjadi maka tujuan “win-win” menjadi keharusan. Tak ada seorang karyawan dan begitu pula perusahaan ingin menjadi pecundang atau pihak yang kalah.

Menurut Baden Eunson (Conflict Management, 2007), salah satu dari pelajaran yang paling sukar ketika bernegosiasi bahwa dalam mencapai persetujuan kita perlu bersedia memberikan sesuatu yang berharga kepada pihak lain yang sebenarnya kita tidak menyukai untuk melakukannya. Keputusan ini tidaklah mudah karena dua hal. Pertama adanya tekanan-tekanan pihak mereka, dan kedua mereka mampu mengambil semua konsesi dari kita. Hemat saya kita memang harus memberi sesuatu. Yang kedua, secara bersamaan kita pun mendapatkan hal lain sesuai dengan kebutuhan kita. Ini dilakukan dalam rangka untuk mencegah kehilangan “muka” masing-masing. Semua pihak jangan merasa ada yang dikalahkan. Sekaligus bagaimana menghindari terjadinya saling beresistensi. Dengan kata lain biarlah kita kehilangan sesuatu yang kecil namun mampu meraih kemenangan. Menang dalam pertempuran kalah dalam perang.

Dinamika “win-win” dapat juga berlaku ketika, contohnya dua perusahaan, masing-masing memiliki kekuatan atau spesialisasi, bernegosiasi untuk bergabung. Bisa dibayangkan proses itu tidaklah mudah berhasil. Pasti ada kepentingan-kepentingan tersendiri. Resistensi dimana-mana. Apakah dalam hal penempatan pimpinan perusahaan, struktur organisasinya, manajemen finansial, manajemen sumberdaya manusia dsb. Tidak pelak lagi untuk itu dibutuhkan negosiasi berbasis saling menguntungkan. Tujuannya adalah penggabungan perusahaan diharapkan memiliki kekuatan sinergis lebih besar ketimbang tidak bergabung.

Editorial ini dan Artikel menarik lainnya dapat diaskes di:  WIN-WIN : SUDAH KUNO?

Kontributor:
Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,

Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di Rona Wajah

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • MisterWong
  • Y!GG
  • Webnews
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • blogmarks
  • Blogosphere News
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Squidoo
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • Socialogs
  • email

About the Author:

Post a Comment