By December 24, 2008 3 Comments Read More →

PERSIAPAN WAWANCARA PEKERJAAN

Persiapan InterviewUmumnya orang menganggap bahwa sebuah wawancara (kerja) tidak dapat dipersiapkan seperti layaknya sebuah tes atau ujian. Akan tetapi walau bagaimanapun juga, sebuah persiapan itu sangat penting dilakukan untuk memaksimalkan kesempatan meraih sukses. Dalam tahap ini tidak ada gunanya gugup dalam sebuah wawancara – walaupun ini adalah hal yang wajar. Tapi akan lebih mudah untuk mengatasi ketegangan jika anda lebih siap, anda tidak akan membuang terlalu banyak waktu untuk berfikir, dan akan lebih mudah bagi anda menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara

Buatlah sebuah riset mengenai organisasi/perusahaan dan pekerjaan tersebut

  • Cari tahu sebanyak mungkin informasi tentang organisasi yang akan anda masuki, termasuk struktur organisasi atau perusahaan, produk-produk dan servis apa yang mereka tawarkan, siapa saja pelanggan dan kompetitornya, dan dimana lokasi kantor pusatnya.
  • Pelajari secara menyeluruh deskripsi dari iklan dan posisi yang ditawarkan tersebut.
  • Uji dan tentukan fokus utama, tantangan, kendala, kesempatan, tugas-tugas dan kewajiban yang tercakup di dalamnya. Memahami semua hal tersebut di atas akan membantu anda dalam memprediksi pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan didalam wawancara dan kesiapan tersebut akan membantu memperlihatkan bahwa anda memiliki kompetensi yang tepat untuk sukses memainkan peran yang ditawarkan dalam pekerjaan ini.

Ajukan pertanyaan sebelum wawancara.

Untuk membantu persiapan wawancara, bicaralah dengan contact person dalam perusahaan tersebut atau, jika anda akan berhubungan dengan perusahaan perekrutan (recruitment firm), bicaralah langsung dengan konsultan rekrutmen yang menangani lowongan tersebut. Beberapa pertanyaan yang akan membantu anda diantaranya adalah:

  • Siapakah nama-nama dari anggota tim seleksi dan apa jabatan (job title) mereka
  • Dalam format seperti apakah wawancara akan dilaksanakan?
  • Berapa lamakah wawancara tersebut akan berlangsung?
  • Apakah saya perlu menampilkan sesuatu pada saat wawancara (mis., presentasi, studi kasus)?
  • Apakah saya perlu membawa sesuatu untuk wawancara?
  • Skill, pengetahuan dan pendidikan seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang kandidat yang ideal?
  • Adakah informasi lain mengenai posisi tersebut yang sepertinya penting untuk anda ketahui?
  • Mengapa posisi tersebut kosong?
  • Adakah informasi tertulis lain tentang departemen tersebut?
  • Adakah bagan susunan organisasi dari departemen atau tim yang mungkin akan anda masuki tersebut?

Tapi tidak semua perusahaan bersedia atau dapat menyediakan informasi ini sebelum wawancara berlangsung. Kadang pewawanca atau tim pewawancara mungkin belum akan dipilih sampai tiba hari wawancara, atau kadang perusahaan memilih untuk tidak menyebarkan informasi ini kepada para pelamar. Tidak ada salahnya menanyakan informasi ini dengan sopan dan professional.

Prediksi dan siapkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan wawancara
Para kandidat seringkali khawatir kalau-kalau pikiran mereka akan tiba-tiba kosong pada saat wawancara berlangsung. Mempersiapkan wawancara, dengan menggunakan sedikit metode dan struktur, akan membantu memengatasi ketakutan dan kekhawatiran dalam hal ini.

  1. Pelajari kembali kriteria seleksi untuk perusahaan (dan posisi) yang anda lamar.
  2. Pelajari kembali pertanyaan-pertanyaan wawancara yang bersifat tipikal atau biasa ditanyakan (mengaculah kepada contoh-contoh pertanyaan yang bersifat competency-based dan pertanyaan wawancara tradisional)
  3. Tulislah pertanyaaan-pertanyaan yang kira-kira akan diajukan, berdasarkan kriteria seleksi dan deskripsi posisi pekerjaan. Sebagai contoh, jika anda tahu bahwa leadership atau kepemimpinan adalah sebuah kompetensi yang sangat penting untuk jabatan ini, posisikan diri anda sebagai pewawancara dan pikirkan pertanyaan-pertanyaan apa sajakah yang akan dapat menguji leadership skill dari para kandidat potensial.
  4. Pikirkan jawaban ideal anda dari setiap pertanyaan diatas, buatlah catatan berisi garis besar jawaban anda dalam bentuk note singkat atau poin-poin (bullet points). Tulislah beberapa kata kunci dan kalimat kunci yang dapat memancing detail jawaban yang ada di kepala anda, sehingga anda dapat memberikan jawaban yang lengkap, relevan dan berkesan untuk pewawancara.
  5. Untuk wawancara competency-based atau wawancara behaviourally-based yang berhubungan dengan kepribadian, pikirkan mengenai pekerjaan anda sebelumnya dan bagaimana peran-peran dalam pekerjaan lama tersebut dapat menunjukkan pewawancara bahwa anda mempunyai skill/kompetensi yang mereka cari.
  6. Bahkan jika anda tidak diberikan pertanyaan bersifat competency-based atau behaviourally-based, masukkan contoh-contoh spesifik dan actual sebagai bagian dari jawaban anda karena hal ini akan memberikan bukti nyata dan dapat dengan jelas mendemonstrasikan skill, kemampuan, pengalaman, pengetahuan dan prestasi anda.

Persiapkan pertanyaan untuk Pewawancara

Bertanyalah kepada pewawancara untuk menunjukkan ketertarikan anda terhadap arah dan kesuksesan perusahaan atau organisasi dimana anda melamar dan hubungkan dengan bagaimana kontribusi anda dapat menjadi sebuah nilai tambah. Pertanyaan anda harus mendemonstrasikan pengertian yang jelas dan up-to-date mengenai arah dan goal strategis dari perusahaan tersebut.

Hindari pertanyaan langsung tentang gaji, jam kerja, cuti, pelamar lain dan bonus.

SAAT WAWANCARA

Penampilan dan pembawaan

  • Pakaian harus pas dibadan, tidak rusak, dan disetrika dengan rapi. Paling baik mengenakan setelan jas. Sepatu, sabuk dan tas harus dalam keadaan bersih dan tidak rusak. Perhiasan, tas dan aksesori rambut yang sederhana akan lebih baik. Biasanya dasi harus terlihat professional dan konservatif. Hindari dasi dengan motif terlalu mencolok, motif kartun atau bersifat humor, dan kotor atau bernoda.
  • Simpan dan matikan semua aksesori elektronik (handphone, pager, dll). Matikan juga alarm di jam tangan anda.
  • Jaga penampilan anda untuk selalu bersih, rapi, dan sederhana. Perhatikan detail yang mungkin terjadi seperti rambut yang terjuntai, cat kuku yang rusak dan kuku tangan yang kotor. Pastikan aftershave / parfrum yang anda kenakan tidak menyengat karena ada orang yang sangat sensitive terhadap bau-bauan dari produk semacam itu.

Mengawali  wawancara dengan percaya diri

  • Wawancara dapat dikatakan berhasil atau gagal hanya dalam lima menit pertama. Jika anda tampak percaya diri dan antusias sejak awal, jawaban-jawaban yang anda ungkapkan kemungkinan besar akan mendapat penilaian positif, karena persepsi tentang informasi yang diterima oleh seseorang seringkali diwarnai oleh perasaan atau kesan yang mereka dapatkan dari anda.
  • Bahasa tubuh anda juga memberikan pesan-pesan tertentu terhadap pewawancara. Ketika anda menyapa pewawancara sapalah dengan senyuman dan jabatan tangan yang percaya diri dan ramah. Jabatan tangan yang lemah dapat memberikan impresi tentang orang yang kurang tegas atau kurang percaya diri.
  • Ingatlah bahwa pewawancara juga manusia, jadi bicaralah kepada mereka. Perhatikan respon mereka, monitor bahasa tubuh mereka, pikirkan mengenai perspektif mereka. Coba untuk menikmati pengalaman ini! Kontak mata dan senyum yang tulus akan membantu anda dalam proses ini.
  • Tunggulah sampai dipersilahkan terlebih dahulu, sebelum anda duduk.
  • Jaga kontak mata yang pantas selama wawancara berlangsung. (Jangan menatap terlalu berlebihan atau terlalu sering membuang pandangan. Lihat ke arah pewawancara)
  • Dengarkan apa yang disampaikan oleh pewawancara anda tentang perusahaan dan peran yang akan anda jalankan di dalamnya. Cobalah untuk selalu memperlihatkan ketertarikan anda terhadap posisi tersebut.

Menjawab pertanyaan

  • Dengarkan dengan baik pertanyaan (para) pewawancara dan klarifikasi pertanyaan yang diajukan jika anda tidak mengerti. Anda tidak akan dapat menjawab dengan tepat jika tidak memahami pertanyaan yang diajukan. Pendekatan “bucket approach” (mis., mengatakan semua yang anda ketahui seputar pertanyaan tersebut) jarang dapat menjawab pertanyaan dengan tepat. Cari tahu pertanyaan yang lebih spesifik sehingga anda dapat menjawabnya lebih tepat dan terarah.
  • Cobalah untuk menghubungkan jawaban anda dengan perusahaan dan requirement atau syarat dari posisi yang anda lamar (mis., untuk menjawab pertanyaan mengenai teamwork skill, berikanlah contoh-contoh yang mendemonstrasikan skill anda lalu hubungkan dengan kemampuan teamwork yang dibutuhkan dalam posisi tersebut.

Akhiri wawancara anda dengan percaya diri

  • Ajukan pertanyaan cerdas yang anda persiapkan sebelum wawancara berlangsung, seperti pada banyak kasus, pewawancara akan memberikan anda kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau memberikan komentar atau tanggapan di akhir wawancara. Jika anda punya hal penting untuk ditambahkan mengenai kecocokan anda dengan posisi yang ditawarkan, sampaikanlah disini.
  • Jika ada hal-hal tertentu yang anda cari dalam suatu pekerjaan dan belum disebutkan dalam wawancara, tanyakanlah. Sebagai contoh:
  • Adakah hal-hal yang harus saya pelajari?
  • Bagaimanakah performa saya diukur?
  • Sebagaimana kuat oposisi perusahaan anda? (Anda harus sudah mencari tahu siapa competitor utama mereka)
  • Adakah hal-hal yang unik mengenai jabatan yang anda lamar dalam perusahaan tersebut?
  • Apakah rencana masa depan perusahaan?
  • Induksi dan training apa saja yang biasa diadakan?

HAL YANG HARUS DAN JANGAN DILAKUKAN DALAM WAWANCARA

Yang harus dilakukan dalam wawancara

  • Berpakaianlah dengan pantas. Fashion yang ekstrim atau penampilan yang terlalu kasual biasanya harus dihindari. Tampilah dengan rapi dan bersih.
  • Datang tepat waktu. Pastikan bahwa anda sudah tiba di tempat wawancara 10 menit sebelum wawancara dimulai dan jika anda tak bisa menghindar dari keterlambatan, telepon dan beri tahu mereka tentang keterlambatan anda.
  • Ekspresikan diri anda dan pendapat anda dengan jelas.
  • Buatlah kontak mata. Ingat untuk bicara kepada pewawancara dan bukan kepada pojok kanan langit-langit ruangan atau kepada sepatu pewawancara.
  • Dengarkan baik-baik pertanyaan yang diajukan dan jawablah dengan jawaban yang jelas dan dipikir dengan matang.
  • Pastikan bahwa anda memahami dengan sungguh-sungguh pertanyaan yang diajukan. Tanyakan tentang poin-poin yang anda kurang yakin.
  • Bertanyalah. Perusahaan memilih anda, tapi anda juga berhak memilih perusahaan.
  • Percaya diri dan tunjukanlah antusiasme anda terhadap organisasi dan posisi yang anda lamar.
  • Pastikan anda selalu menunjukkan skill anda dalam segi positif. Bahkan ketika anda mendeskripsikan kelemahan anda, selalu tunjukkan usaha yang anda lakukan untuk memperbaiki dan mengatasi kelemahan tersebut.

Hal Yang Dilarang Dalam Wawancara

  • Jangan datang terlambat
  • Jangan berpakaian terlalu santai, kasual atau terlihat tidak rapi.
  • Jangan mengkritik atau memberikan pendapat yang berkesan buruk tentang mantan atasan atau atasan
  • Jangan melakukan gerakan gelisah, gerakan kecil yang diulang-ulang seperi menggoyangkan kaki dan mengetuk-ngetuk pulpen.
  • Jangan duduk seperti patung. Bagaimanapun juga, jika anda suka mnggunakan tangan untuk memberi tekanan ketika anda bicara, usahakan jangan membuat gerakan tubuh yang berlebihan.
  • Jangan menginterupsi pewawancara sebelum mereka selesai bertanya dan jangan membantu mengakhiri kalimat mereka.
  • Jangan berbohong. Jika anda harus berbohong tentang diri anda atau tentang kemampuan anda demi mendapatkan perkerjaan tersebut, anda akan terjebak dalam posisi yang tidak anda sukai dan akan sulit untuk berhasil menjalani pekerjaan tersebut.
  • Jangan khawatir jika anda tidak menjawab satu pertanyaan dengan baik. Perlakukan tiap pertanyaan sebagai pertanyaan personal.
  • Jangan terlihat plin-plan atau tidak konsentrasi. Tetap fokus pada apa yang ingin anda sampaikan ketika menjawab sebuah pertanyaan.
  • Jangan bicara tentang gaji, liburan atau bonus kecuali pewawancara mengangkat pembicaraan tersebut.
  • Jangan jawab dengan kata-kata ya atau tidak. Pastikan anda menjelaskan alasan dari jawaban yang anda ajukan secara menyeluruh.
  • Jangan menggunakan parfum, lotion atau wewangian lain secara berlebihan
  • Jangan merokok

Kontributor Penterjemah:

Mega V. WhiteMega V. White. Mega menamatkan pendidikan sebagai sarjana Humaniora (B.A) Program Sastra Inggris dari Universitas Padjadjaran Bandung. Untuk melengkapi keahlian berbahasa Asing, dia telah melengkapi gelar kesarjaanaannya dengan mengikuti pendidikan intensive bahasa Madarin di Beijing Language and Culture University, China.

Dalam posisinya sebagai Program and Communication Coodinator di International Chamber of Commerce – Indonesia National Committee (Kamar Dagang dan Industri Internasional) saat ini, ia masih menyempatkan diri untuk menulis, menterjemahkan berbagai literature bahasa asing.

Selain aktivtas-aktivitas tersebut kecintaannya pada bidang-bidang pengembangan SDM pernah dilaluinya dengan menjadi instruktur lepas untuk training-training “Building leadership and teamwork skills through outbound programs” di OBI Outward Bound Indonesia Jakarta dan PT. Boogieadvindo Bandung.

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • MisterWong
  • Y!GG
  • Webnews
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • blogmarks
  • Blogosphere News
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Squidoo
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • Socialogs
  • email
Posted in: Career, Featured

About the Author:

3 Comments on "PERSIAPAN WAWANCARA PEKERJAAN"

Trackback | Comments RSS Feed

  1. jukesmi says:

    saya berterimak
    asih atas adanya cara2 wawancara tolong tambah dengan jawaban yg pantas

  2. zea says:

    mkasih ya mbak,saya lulusan sma jadi itu bermanfaat bagi saya.

  3. P.O.S says:

    Makasih mbak atas informasinya, sangat bermanfaat bagi para jobseeker.

Post a Comment

Switch to our mobile site